Mahasiswa IAIN Parepare Berunjuk Rasa Menuntut Kejelasan Keringanan UKT

 



PAREPARE, TvPare--Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) kota Parepare Sulawesi selatan menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus hingga berujung ricuh. Rabu (2/03/2022)

 

Sejumlah mahasiswa IAIN Parepare dari berbagai fakultas menggelar aksi unjuk rasa di dalam kampus, aksi unjuk yang semula tertib namun tiba-tiba ricuh, hingga terjadi aksi saling dorong antara sekuriti dengan para pengunjuk rasa, bahkan pengunjuk rasa melempari air mineral ke arah sekuriti yang berjaga.

 

kericuhan tersebut dipicu lantaran kesal mahasiswa menunggu lama rektor hadir menemui mereka. Kericuhan baru bisa diatasi setelah Wakil rektor II bidang keuangan Sudirman L, menemui para Mahasiswa untuk menerima tuntutan mereka.  

 

Unjuk rasa yang menuntut adanya keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang masih menjadi persoalan di kalangan mahasiswa pada kampus IAIN Parepare.

“kami menggelar aksi untuk meminta kejelasan terkait keringanan UKT yang masih menjadi persoalana di kalangan mahasiswa, salah satunya pengelompokan keringanan UKT bedasarkan aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (KMA),”terang Muhammad Zaldy kepada awak media.

 

Sementara itu, wakil rektor II Sudirman L, mengungkapkan pihaknya telah mengambil kebijakan memberikan keringan 17 persen bagi mahasiswa aktif kuliah dan 30 persen yang bebas kuliah.

”rektor telah mengambil kebijakan bahwa keringanan itu 17 persen bagi yang masih aktif kuliah dan 30 persen yang bebas kuliah, tetapi mahasiswa pengunjuk rasa menolak kebijakan itu karena dianggap sebahagian mahasiswa masih berat. Dari hasil kesepakatan kami dari pihak kampus mengakomodir tuntutan mereka,”urai Sudirman L kepada awak media

 

Berdasarkan kesepakatan pihak kampus mengakomodir tuntutan mereka yakni, memperpanjang masa kepengurusan UKT, keringanan 100 persen bagi mereka kedua orang tuanya meninggal, 75 persen jika salah orang tuanya meninggal, 35 persen jika membiayai dirinya sendiri atau orangtuanya kehilangan pekerjaan, 30 persen tetap yang bebas kuliah, dan 17 persen yang hanya terjadi penurunan pendapatan.   

 

Unjuk rasa yang awalnya digelar di pelataran jalan trans sulawesi soreang kota Parepare yang sempat menimbulkan kemacetan. Tidak puas dengan aksinya itu mereka kembali berorasi di dalam kampus tepat di halaman gedung rektorat. mereka berorasi menuntut untuk meminta penurunan UKT yang masih tinggi dimana seperti yang tertuang pada surat keputusan rektor IAIN Parepare yang memotong UKT keseluruhan sebanyak 17 persen. (*)

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama