Wali Kota Parepare Dukung Pelestarian Budaya Lewat Festival TOMAUGI

 

Pembukaan Festival TOMAUGI di gedung Balai Ainun Habibie kota Parepare, senin (21/2/2022)

PAREPARE,TvPare.id—Pemerintah kota Parepare berkomitmen kuat dalam pemajuan kebudayaan, khususnya pelestarian bahasa daerah, melalui Festival TOMAUGI (Pitungngesso Mabbicara Ugi) yang digelar di gedung Balai Ainun Habibie, senin (21/2/2022)

 

Festival TOMAUGI yang artinya berbahasa Bugis selama tujuh hari, yang dipusatkan di gedung Balai Ainun Habibi kota Parepare 21 hingga 27 februari. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang ditetapkan oleh UNESCO sejak 1999 silam.

 

Kegiatan yang dibuka langsung oleh wali kota Parepare Taufan Pawe melalui daring, dihadiri Ketua Masyarakat Pernaskahan Sulselbar Dr Muhlis Hadrawi. Puluhan guru bahasa daerah se-Parepare. Taufan Pawe sangat mengapresiasi pelaksanaan Festival TOMAUGI yang bakal berlangsung selama tujuh hari itu. Meski demikian, ia menekankan dan berpesan agar pelaksanaan Festival secara daring dan luring terbatas yang dipusatkan di Balai Ainun Habibie, Parepare ini untuk tetap mengedepankan aspek kesehatan dengan menegakkan protokol kesehatan.

 

"Saya suka inisiatif adik-adik IGBD dalam menyelenggarakan Festival TOMAGU memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. Bahasa ibu atau bahasa daerah adalah identitas, jati diri, dan kekayaan bangsa yang harus kita rawat dan lestarikan. Tentu dengan cara kreatif dan sesuai kondisi kekinian," ujar Taufan Pawe.

 

Sementara itu, Ketua IGBD Kota Parepare, Rahmaniar mengungkapkan, Parepare merupakan daerah satu-satunya di Sulawesi Selatan yang memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. "Bahkan di Indonesia hanya hitungan jari daerah yang menyelenggarakan kegiatan dalam memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional. Ini berkat dukungan atau support penuh dari Bapak Wali Kota dan jajarannya sehingga kita mengemas peringatan hari bahasa ibu internasional tahun ini lewat festival yang kami namai Festival TOMAUGI atau Pitungngesso Mabbicara Ugi," ujar Rahmaniar.

 

Niar, sapaan karib dia menjelaskan, Festival TOMAUGI bertema "Parepare Pattiro Laleng Amajungenna Basa Daerah ri Sulsel" atau Parepare Pionir Kemajuan Bahasa Daerah di Sulsel ini menggelar tujuh macam kegiatan selama tujuh hari berturut-turut, 21 hingga 27 Februari.

Adapun rangkaian kegiatan Festival TOMAUGI :

Hari pertama Sosialisasi pentingnya penggunaan bahasa daerah di lingkungan keluarga dengan melibatkan Ketua PKK Kelurahan se-Kota Parepare, Puspaga, PKK Remaja, dan para guru. Yang di kemas luring dan daring


Hari kedua lomba debat bahasa daerah untuk kategori umum, Hari ketiga Lomba MC berbahasa Bugis kategori umum, hari keempat lomba baca berita bahasa Bugis tingkat SMA/SMK/Ma/sederajat, hari kelima diisi dengan kegiatan lomba Baca Puisi tingkat SD/Mi/sederajat, hari keenam diisi dengan peningkatan SDM guru bahasa daerah melalui Pelatihan Hypnoteaching bekerja sama Edu Learning Academy Perwakilan Parepare. Dan Hari terakhir diisi dengan lomba Stand up Comedy Bugis tingkat SD, SMP, dan SMA.

 

Niar yang juga Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah SMP Kota Parepare ini berharap, melalui kegiatan ini akan lahir rekomendasi berupa terbitnya Perda khusus Bahasa Daerah. (sps)

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama