Ketua Tanfidziyah PCNU Parepare, Ajak Umat Islam Bijak Sikapi Aturan Pengeras Suara Masjid

 

DR. Hannani, M.Ag (Ketua Tanfidziyah PCNU kota Parepare)

PAREPARE,TvPare.id—Pasca Menteri Agama Yaqut Qalil Qoumas resmi menerbitkan surat edaran mengenai aturan pengeras suara masjid terbaru, yang terus menuai sorotan dari berbagai kelompok masyarakat dan organisasi islam di Indonesia. Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Parepare Sulawesi selatan meminta umat Islam menyikapinya dengan bijaksana.

 

Surat Edaran (SE) Nomor 05 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musalah, yang menjadi sorotan di tengah masyarakat khususnya warga muslim di Indonesia hingga viral di media sosial. Ketua Tanfidziyah PCNU kota Parepare DR. Hannani, M.Ag ,menyikapinya dengan penuh bijaksana atas keluarnya aturan tersebut. Menurutnya surat edaran tersebut bertujuan untuk kemashlahatan umat Islam dan umat agama lain.

 

“Surat edaran ini bertujuan kemashlahatan umat Islam dan umat agama lain. Edaran Menteri Agama ini sesuai dengan semangat nasehat Rasulullah saw, dalam bertetangga. Seperti yang telah dijelaskan dalam Hadis Riwayat Bukhari.

من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فاليكرم جاره

Artinya

Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari kumudian, maka muliakanlah tetanggamu,(HR. Bukhari)

Salah satu cara memuliakan tetangga adalah membuat umat beragama nyaman tinggal dekat dekat masjid/mushalah, termasuk merasa nyaman dari kebisingan suara Toa masjid dan mushalah,”urai DR. Hannani, M.Ag, akrab disapa Hannani kepada tvpare.id. Jumat (25/2/2022)

 

Hannani menyebutkan, terkait dengan edaran ini, bagi masyarakat dan terkhusus pegawai syarak masjid se- kota Parepare telah lama melakukannya pengaturan volume suara sesuai dengan edaran menteri.

 

Pemimpin Pondok Pesantren Zubdatul Asrar ini mengajak kepada umat Islam khususnya di kota Parepare bijak menyikapinya,Kami berharap umat Islam kota Parepare lebih bijak menyikapinya, semoga kita semakin nyaman dalam beribadah dan memelihara keharmonisan dalam masyarakat,”tutupnya.(*)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama