Tidak Kantongi Izin, DPRD Hentikan Pembangunan Tower BTS

 

Komisi 1 DPRD Parepare saat melakukan sidak di lokasi pembangunan tower di perumahan Lompoe Mas 1 Kec. Bacukiki Kota Parepare. 



PAREPARE, SULSEL-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Parepare, meminta untuk dihentikan pekerjaan pembangunan tower BTS milik salah satu provider komunikasi, yang terletak di perumahan lompoe kecamatan bacukiki kota Parepare sulawesi selatan. Rabu (4/8/2021)

 

Menindak lanjuti laporan warga dengan adanya pembangunan tower milik salah satu provider komunikasi yang dapat mengancam keselamatan warga sekitar. Anggota komisi satu DPRD Parepare melakukan sidak di lokasi pembangaunan tower yang dimaksud di perumahan Lompoe kelurahan Lompoe kecamatan Bacukiki kota Parepare.


Pembangunan tower milik PT. Inti Bangun Sejahtera ditolak warga, selain dapat mengancam keselamatan warga, pembangunan tower ini juga diketahui tidak memiliki izin pendirian yang dikeluarkan pejabat pemerintah kota setempat.

 

Salah seorang warga, Jumardin mengemukakan ia tidak mengetahui jika ada rencana pembangunan tower itu.

 “kami sangat terganggu dengan adanya bangunan itu, dan kami juga tidak pernah diundang sebelum dilakukan pembangunan. Intinya kami menolak”,kesal Jumardin

 

menurut warga sekitar sejak awal mereka menolak pembangunan tower bts itu karena alasan keselamatan dan jangka panjangnya.

 

Sementara itu ketua komisi satu DPRD Parepare Kaharuddin kadir,  menduga ada oknum yang sengaja meloloskan pembangunan ini.

kami komisi satu kunjungan on the spot ke lokasi pembangunan tower ini, sekaitan dengan laporan warga yang ada di sekitar sini, mereka melaporkan ke DPRD bahwa ada pembangunan yang tidak berizin, jadi tindakan kami untuk sementara pekerjaan disetop,”urai Kahar saat meninjau pembangunan tower itu.

 

Tak hanya itu anggota DPRD juga menemukan tower berdiri diatas bangunan warga diduga tidak berizin.


Untuk selanjutnya pihak DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait pembangunan tower BTS komunikasi milik salah satu provider, termasuk pemilik perusahaan dan fendor yang mengerjakan pembangunan serta para aparat kelurahan, kecamatan dan juga rt.

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama